Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga perwakilan lembaga pendidikan nonformal. Sebanyak 15 PKBM se-Kabupaten Mamuju turut ambil bagian dan secara resmi menyatakan kesiapannya menerima warga usia sekolah yang sempat putus pendidikan untuk kembali menuntut ilmu melalui jalur paket A, B, maupun C.
Ketua PKBM RAIKHA, Bapak AGUS RIADI, S.IP menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen lembaganya dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya. “Kami siap menjadi rumah belajar bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan, tanpa memandang latar belakang atau usia. Program paket yang kami selenggarakan fleksibel, sehingga tetap bisa diikuti meskipun peserta harus bekerja atau mengurus rumah tangga,” ujarnya.
Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 550 anak yang sudah menyatakan minat untuk kembali bersekolah, dan sebagian besar di antaranya akan disalurkan ke lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM. Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, diharapkan angka ATS di Sulawesi Barat dapat terus menurun setiap tahunnya.
PKBM RAIKHA sendiri telah menyiapkan tenaga pengajar kompeten dan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta, sehingga proses belajar berjalan efektif dan menyenangkan. Informasi pendaftaran dibuka sepanjang tahun dan dapat diakses langsung di kantor lembaga maupun melalui pendamping masyarakat setempat.



























